Masjid harus betul-betul dijadikan sentra kegiatan. Insya Allah keberadaan masjid dirasakan kemanfaaatannya oleh masyarakat.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Brigjen Pol. Drs. Ahmad Dorifi, M.Si., dalam Kuliah Tujuh Menit (Kultum) sehabis Shalat Shubuh Berjamaah di Masjid Al-Ilham Kronggahan Gamping Sleman, Ahad pagi (18/06/2017).
Terkait dengan keberadaan masjid dan para jamaahnya, menurut Kapolda, masjid dibangun dalam rangka untuk menggairahkan warga masyarakat sekitar. Kiamat tidak akan terjadi kecuali warga manusianya berbangga bangga membangun masjid kemudian menyombongkannya. Dan kemudian pula Masjid hanya digunakan untuk sholat jumat saja. Tidak digunakan sholat wajib lain ataupun kegiatan lain.
"Keutamaan sholat Shubuh yaitu dari sisi pahalanya, sama dengan menjalankan sholat sunah semalam penuh. Dan juga terkait dengan Rizki. Rizki itu datang tidak terduga-duga. Disamping itu pula, Sholat shubuh berjamaah bisa membedakan orang Muslim dengan Orang munafik," kata Brigjen Dofiri.
Kapolda juga menambahkan, keberadaan kita di Indonesia yang terdiri dari masyarakat yang majemuk, suku bangsa dan bahasa daerah yang bermacam macam, bagaimana menjaga keberagaman ini agar dapat bersatu dan tidak terpecah belah.
"Allah SWT menciptakan kita bersuku suku dan berbangsa bangsa. Jangan ada kemudian kita terombang ambing, terkena bujuk rayu (menyangkut perbedaan keberagaman)," sambung pria yang pernah menjadi Kapoltabes Yogyakarta tahun 2010.
Menanggapi fenomena "Klitih" yang berkembang akhir akhir ini, Kapolda DIY berharap agar Orang Tua dapat berperan Aktif dengan cara mengawasi Anak anak nya seketat mungkin. Tanpa dukungan Orang Tua langsung, sulit bagi Polri untuk bekerja sendiri mengatasinya. Disamping itu, Polri juga selama ini sudah bekerjasama dengan sekolah yang berpotensi mempunyai siswa yang bermasalah. "Kita lekatkan 2 (dua) anggota Polisi langsung ke sekolahan untuk membina dan mengawasi," sambungnya.
Terkait peredaran miras, Kapolda DIY menegaskan, masyarakat tidak boleh main hakim sendiri, harus laporkan ke Polisi. "Jadi informasikan (jika warga menemukan miras), kemudian Polisi akan mengambil tindakan," kata Brigjen Dofiri mengakhiri.
Dalam Shalat Shubuh berjamaah kali ini, hadir mendampingi Kapolda DIY antara lain, Dir Binmas Polda DIY Kombes Pol Rudi Heru Susanto, S.H., M.H., Dir Intelkam Polda DIY, Kombes Pol Nanang Djuni Mawanto, S.I.K., Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudi Satria, S.I.K., dan sekitar 200an Jamaah warga sekitar Masjid Al Ilham.
Sunday, June 18, 2017
Kapolda DIY : Masjid Harus Dirasakan Manfaatnya Oleh Masyarakat
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Pembukaan Pameran Seni Kriya 2018
Kapolda D.I.Yogyakarta Brigjen Pol. Drs. Ahmad Dofiri, M.Si menghadiri pembukaan Pameran Seni Kriya 2018 "Jogja Fashion and Craft"...
-
Masjid harus betul-betul dijadikan sentra kegiatan. Insya Allah keberadaan masjid dirasakan kemanfaaatannya oleh masyarakat. Hal ini dikata...
-
Hari kedua pelaksanaan "Operasi Zebra Progo 2017" Satuan Tugas (Satgas) Penindakan Ops Zebra Polda DIY yang terdiri dari Gabungan ...
-
-JOGJA- Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah suatu "Sosok Lintasan Karya Peradaban". Artinya, dalam lorong ruang dan waktu yang t...
No comments:
Post a Comment